BNPT Minta Agar Penyebaran Foto dan Video Korban Bom Kampung Melayu Dihentikan

Foto dan Video Korban Bom Kampung Melayu
Ilustrasi. Foto : (ANT/Aditya P)
DETIK-BERITA.NET - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta masyarakat menghentikan penyebaran foto atau video korban bom Kampung Melayu. Penyebaran gambar korban yang meluas sangat tidak bijak.

Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, menyatakan, penyebarluasan gambar potongan tubuh korban bom akan menimbulkan kengerian. Jika tidak segera dihentikan, sikap itu justru malah jadi teror yang sebenarnya.

"Masyarakat jangan terpancing. Ketika gambar atau video potongan tubuh korban disebarluaskan, jutaan orang akan menjadi korban baru," kata Andi, Kamis (25/5/2017), dikutip dari laman MetroTV.

Andi tidak mau situasi serupa peristiwa bom Thamrin, Jakarta Pusat, Januari tahun lalu terulang. Kala itu, konten kengerian yang tersebarluas, salah satunya melalui media sosial, justru membikin Jakarta dan sekitarnya lumpuh.

"Kengerian yang timbul sebagai dampak peristiwa di Thamrin jangan terulang," ucap dia.

Andi juga mengimbau pada media massa agar tidak menayangkan gambar korban Bom Kampung Melayu. Minimal, kata dia, gambar atau tayangan korban bom disamarkan.

"Jika memang tidak bisa tidak ditampilkan, mohon dikaburkan. Jangan secara gamblang ditayangkan dan menebar teror baru ke masyarakat," seru Andi.

Ia mengajak warga untuk mengawasi penyebaran konten atau gambar korban bom di media massa. "Masyarakat yang mengetahui media massa yang menebarkan kengerian, silahkan lapor ke Dewan Pers atau KPI (Komisi Penyiaran Indonesia, Red.)," ujar Andi.

Sesaat usai peristiwa ledakan bom Kampung Melayu, banyak foto maupun video beredar yang menunjukkan kondisi nahas para korban bom Kampung Melayu. Gambar korban menyebar lewat pesan terusan juga di media sosial.

Dua bom bunuh diri meledak di areal Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu 24 Mei 2017 malam. Sebanyak 15 orang jadi korban, lima di antaranya tewas. Tiga orang yang tewas merupakan anggota Polri, dua lainnya, warga sipil yang diduga sebagai pelaku.

Polisi memastikan, bom yang digunakan pelaku adalah bom panci rakitan. Bom panci diisi dengan paku dan gotri. Pelaku diduga membawa bom panci itu dengan ransel.
Powered by Blogger.