Kepala BKD Malang Ditangkap Terkait Dugaan Kasus Pungli Penerimaan PNS

Detik Berita - Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji membenarkan adanya operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Pemkab Malang terkait kasus pungutan liar (pungli). Adapun yang tertangkap pada OTT tersebut adalah Kepala BKD Kabupaten Malang, Suwandi.

Pungli Penerimaan PNS
ilustrasi Pungli (Foto : Okezone.com)
"Laporan dari Kapolres Malang yang saya terima memang begitu. Dia (tersangka OTT) memang bagian memasukkan PNS," kata Anton, Kamis (27/10/16), dikutip dari laman Merdeka.com.

Ia mengemukakan hal itu di sela acara yang dihadiri Kepala BNN Pusat Komjen Pol Budi Waseso, Wagub Jatim H Saifullah Yusuf, Kasdam V/Brawijaya, Kasarmatim, Kasgartap, dan Ketua PWI Jatim Akhmad Munir.

Informasi dari sumber lain menyebutkan upaya OTT itu dilakukan tim Polda Jatim dan pelaku langsung dibawa ke Mapolda Jatim, namun Kapolda Jatim menyatakan pihaknya menerima laporan dari Kapolres Malang.

"Dia (tersangka OTT) yang menerima dan menyeleksi calon PNS yang mendaftar selama ini," kata orang nomor satu di jajaran Polda Jatim itu tanpa memberi keterangan lebih rinci.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji mengakui kendala paling berat dalam penegakan hukum adalah melawan 'musuh' dari dalam.

"Kalau musuh di luar itu gampang mengatasi, tapi kalau 'musuh' di dalam itu yang paling sulit, karena setiap tindakan kita akan selalu bocor kepada musuh di luar, sehingga penegakan hukum bisa gagal," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polres Kota Malang, Jawa Timur melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungutan liar (Pungli) atas pejabat di lingkungan Pemkab Malang. Diduga salah satu yang tertangkap adalah Kepala Dinas di Pemerintah Kabupaten Malang.

Kasubag Humas Polresta Malang AKP Nunung Anggraeni membenarkan adanya OTT tersebut, namun masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Semua masih didalami oleh petugas di lapangan.

"Benar (ada OTT), TKP Jalan Soekarno Hatta. Saat ini masih didalami," kata Nunung Anggraeni, Selasa (24/10/16) malam.
Powered by Blogger.