Kasus Suap Mantan Gubernur Sumatera Utara, Surya Paloh Bakal Diperiksa KPK

Detik Berita - Ketua Umum DPP Nasdem, Surya Paloh dijadwalkan akan diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujonugroho.

Hal itu dibenarkan Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati, Jumat (9/9/2016). Yuyuk mengatakan Paloh akan menjaani pemeriksaan sebagai saksi atas permintaan tersangka, Budiman Nadapdap yang juga merupakan mantan Anggota DPRD Sumut.

Kasus Suap Mantan Gubernur Sumatera Utara, Surya Paloh Bakal Diperiksa KPK
Surya Paloh
“Posisi KPK memfasilitasi permintaan tersangka,” ujar Yuyuk.

Menurut Yuyuk, kesaksian Paloh nantinya akan menguatkan keterangan Budiman.‎ Begitu pun keterangan mantan anggota DPR Panda Nababan yang hari ini juga diperiksa KPK sebagai saksi untuk Budiman, seperti dilansir laman KiniNews, Jumat (9/9/2016).

Namun jika kedua saksi tak hadir, KPK tidak akan memaksa. Itu hak mereka, mengingat keduanya merupakan saksi meringankan yang diminta oleh Budiman.

BACA JUGA :


“Jika saksi tidak hadir, itu menjadi hak saksi. Karena informasi yang digali seputar perkara yang menguatkan keterangan tersangka. Keduanya saksi meringankan atas permintaan tersangka,” ujar Yuyuk.

Seperti diketahui, kasus suap Gatot Pujo Nugroho masih terus bergulir dan melibatkan banyak pejabat baik dari Pemprovsu maupun anggota DPRD Sumut.

Kasus dugaan suap ini terkait dengan persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumut tahun 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Sumut tahun 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut tahun 2014 dan 2015, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Provinsi Sumut tahun 2015.

KPK pun telah menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan suap ini. Yakni Gubernur Sumut nonaktif Gatot Pujo Nugroho, Ketua DPRD Sumut Ajib Shah, mantan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun, serta tiga mantan Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga, Kamaludin Harahap, dan Sigit Pramono Asri yang divonis masing-masing 4 tahun penjara.

Kemudian, pada 16 Juni 2016 penyidik lembaga antirasuah menetapkan tujuh tersangka baru yakni Muhammad Afan dan Budiman Nadapdap dari Fraksi PDI-P, Guntur Manurung dari Fraksi Demokrat, Zulkifli Effendi Siregar dari Fraksi Hanura, Bustami dari Fraksi PPP, Parluhutan Siregar dan Zulkifli Husein dari Fraksi PAN. Ketujuh tersangka tersebut merupakan Anggota DPRD periode 2009-2014 dan 2014-2019.
Powered by Blogger.