Tolong Bagikan, Murid dan Orang Tuanya Keroyok Guru SMK

Detik Berita - Kasus kekerasan terhadap guru kembali lagi mencoreng dunia pendidikan di negeri ini. Dasrul, salah seorang guru di SMKN 2 Makasar dianiaya orangtua siswa hingga berdarah-darah pada Rabu (10/8). Kasus ini pun membuat prihatin banyak pihak, apalagi guru itu sudah cukup tua.

Dasrul (52), guru mata pelajaran gambar teknik SMKN 2 di Kelurahan Manuruki, Kecamatan Tamalate, Makassar, melaporkan muridnya MAS (15) dan ayahnya Adnan Achmad (43) ke polisi, Rabu (10/8). Anak dan ayah tersebut dilaporkan atas tuduhan penganiayaan dan pengeroyokan.

Dasrul (52) guruk yang dianiaya murid dan orang tua murid saat melapor ke polisi

Dasrul mengatakan, pengeroyokan bermula ketika dia menegur MAS lantaran tidak membawa alat praktik gambar seperti yang ditugaskan kepada lainnya.

Dasrul (52) guru yang dianiaya (kiri dan kanan), murid yang menganiyaan guru (tengah)

"Anak itu tidak terima saat ditegur. Kemudian dia keluar masuk ruangan kelas dan hendak ke kantin. Saya tegur lagi, anak ini melotot, keluarkan kata kotor dan menendang pintu. Saya refleks menampar. Anak itu keluar ruangan dan menelepon orangtuanya. Bukti anak ini sedikit nakal dari yang lain karena dia bawa ponsel padahal itu tidak diperkenankan di sekolah," ujar Dasrul, di Mapolsek Tamalate, Rabu (10/8).

BACA JUGA :
Tak berapa lama kemudian, siswa kelas 2 jurusan arsitek tersebut datang bersama ayahnya. Saat itu Dasrul akan ke ruang kepala sekolah untuk mengurus sesuatu. Namun, tiba-tiba datang MAS dan berteriak. Ayah dan anak itu kemudian langsung meninju bagian wajah sang guru.

Orang tua murid dan murid  yang melakukan penganiayaan
Sehingga bogem mentah dua kali melayang ke bagian hidung Dasrul membuat darah banyak keluar. Setelah mengeroyok, keduanya kabur setelah dihampiri oleh para murid lainnya.

BACA JUGA :
Adnan mengaku spontan memukul Dasrul, tapi dia membantah jika anaknya ikut memukul.

"Saya spontan memukul. Siapa yang tidak kesal kalau anaknya dipukul," ucap Adnan.

Pihak Kepolisian Sektor Tamalate, Makasar menuturkan, kasus pengaiayaan guru ini sudah ditangani pihak kepolisian. Melalui akun resmi media sosialnya, Rabu (10/8), Polsek Tamalate menjelaskan kronologi kasus pengaiayaan terhadap guru tersebut.
Powered by Blogger.