Napi Tewas Lihat Kuntilanak di Lapas

Detik Berita - Duka menyelimuti keluarga Warisno. 2 hari Waris kebebaannya, Warisno tewas. Diduga, Warisno tewas mendadak karena melihat hantu kuntilanak di lapas. Saat melihat hantu kuntilanak, Warisno langsung kejang-kejang dan tewas.

Menurutnya, Warisno memang melihat ada gaib di sekitar kamar mandi. “Matanya bertatapan dengan hantu itu,” ucapnya, tadi malam.

Dari kacamata paranormal saya, lanjutnya, situasi gaib di lapas memang ada. Namun, di sekitar ruanganya tidak terlalu besar. Rata-rata memang tempat seperti rutan, lapas dan bangunan besar lainnya ada intrik gaibnya.

ilustrasi
“Namun, kita kan bicara fakta. Segala sesuatunya bisa terjadi. Sudah saya terawang lebih dalam. Makhluk gaibnya hanya melintas dari jalan yang dilalui oleh Winarso. Ya, sudah takdir. Kalau unsur lainnya saya tidak tahu,” ungkap Majelis Al-Husna itu.

Ditanya seperti apa jenis makluk gaib itu, paranormal yang jasanya sering digunakan oleh pejabat itu tidak membeberkannya. Sebab ada beberapa syarat yang harus digunakannya bila ingin melihat lebih dalam.

“Namun, karena komsumsi berita, saya hanya mengatakan yang saya lihat sebentar saja. Makluk gaibnya perempuan. Menyerupai kuntianak gitu,” katanya.

Tanggal 25 Agustus besok, Warisno diperkirakan menghirup udara segar setelah di penjara selama lebih kurang 5 bulan. Bahkan bapak beranak satu itu sempat meminta sang istri untuk dibuatkan nasi urap saat ia pulang ke rumah.

“Memang ada kulihat dia nelpon istrinya dan dalam perbincangan dirinya meminta sang istri untuk membuat nasi urap menyambut kepulangannya,” ungkap pria bertubuh tambun yang satu sel dengan Warisno.

Staf Lapas Binjai, Anton juga mengamini perkiraan bahwa 2 hari lagi korban akan bebas dari tahanan. Karena Warisno sudah menjalani hukuman atas perbuatannya yang menyalahi hukum.

Kematian Warisno tentu menyisakan duka mendalam. Namun, keluarganya ikhlas karena semua sudah suratan dari Sang Khalik.

“Gimana lagi bang, kami hanya bisa pasrah. Namun semua sudah suratan takdir dari sananya,” terang Satiman, salah satu keluarga korban, kemarin.

Awalnya, menurut Satiman, keluarga sempat curiga dengan kematian korban. Karena siang hari itu Warisno sempat memberi kabar bahwa sehat-sehat. Sayangnya, malam harinya menerima kabar duka.

“Memang awalnya keluarga curiga. Makanya, keluarga minta didampingi polisi. Tapi, setelah diperiksa dan berdasarkan keterangan dokter kalau korban kena angin duduk serta tidak ada bekas penganiayaan. Jadi keluarga menerima dan jenajah sudah dikebumikan siang sekitar pukul 11.00 wib tadi (kemarin),” sebut dia.

Sejauh ini, paparnya, istri korban belum bisa ditemui karena masih suasana duka. Dan diharapkan, semua berjalan baik dan tidak ada masalah di belakang hari.

“Jangan jumpa keluargalah, tidak enak soalnya bang. Apa lagi istrinya Wartini masih berduka. Nanti aja bicaranya ya,” pinta dia berharap pengertian.
Powered by Blogger.