Menkopolhukam Pastikan Perusahaan Japfa, Aquafarm dan TPL Akan ‘Disikat’

Detik Berita - Untuk mendukung program pemerintah menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan, Tiga Perusahaan raksasa yang ada disana dipastikan akan disikat atau disuruh angkat kaki.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan, setelah memberikan kuliah umum di Universitas Nommensen Pematangsiantar, Senin (25/7).

Menkopolhukam, Luhut Binsar Panjaitan memberikan keterangan kepada wartawan saat datang ke Nommensen, Pematangsiantar. (Simantab.com)

Luhut yang didampingi sejumlah staf kementeriannya serta juga Bupati Simalungun JR. Saragih, menegaskan, Pemerintah tidak akan memberikan kompromi untuk menertibkan Kerambah Jaring Apung (KJA) milik dua perusahaan swasta, yaitu PT. Japfa dan PT. Aquafarm yang berada di perairan Danau Toba. “Tidak ada backing dalam penertiban ini. Semua kita sikat kalau tidak ikuti aturan yang kita buat,”ujarnya.

Kedua perusahaan yang beroperasi dalam bisnis peternakan ikan ini, tambah Luhut, menjadi perhatian pemerintah pusat karena turut sebagai penyumbang besar dalam kerusakan Danau Toba, yaitu pencemaran limbah pakan ikan, yang langsung masuk ke dalam danau.

Selain kedua perusahaan raksasa itu, PT. Toba Pulp Lestari (TPL) juga menjadi perhatian pemerintah pusat, yang masuk dalam daftar perusahaan yang akan diusir. TPL disebut sebagai perusak kawasan hutan yang ada di sekitar Danau Toba, yang berdampak kekeringan hingga longsor.”Tidak ada yang bisa menghalangi penataan Danau Toba. Ini bukan lagi jamannya untuk anggar backing. Semua harus ikut aturan pemerintah. Termasuk Penggusuran,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memasukkan Danau Toba ke dalam sepuluh destinasi wisata unggulan Indonesia, yang akan ‘dipermak’ habis-habisan, untuk menjadi tempat wisata berskala Internasional. Dalam program ini, Pemerintah mengucurkan dana Rp 21 Triliun untuk membangun segala fasilitas pendukung di tujuh kabupaten yang melingkari danau toba.

Jika nanti program ini berhasil, diperkirakan satu juta wisatawan mancanegara akan datang setiap tahunnya ke lokasi ini, dengan devisa negara mencapai Rp1,3 Triliun.

Sumber : Simantab.com
Powered by Blogger.