Densus 88 Tangkap Jaringan Teroris Bom Surakarta

Detik Berita - Densus 88 Anti-Teror menangkap enam orang terduga teroris yang berkaitan dengan aksi teror bom bunuh diri yang dilakukan Nurrohman di Mapolresta Solo, 5 Juli 2016.

Penangkapan pertama dilakukan 19 Juli 2016 terhadap dua orang terduga teroris yakni H dan HAR. Dari hasil pengembangan terhadap kedua tersangka tersebut, selanjutnya 22 Juli 2016 kembali ditangkap empat terduga teroris yakni AH, CB , WI dan ZU.


Dikutip dari laman Jakarta Greater, Jumat, (29/7/2016). Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan berdasarkan hasil pendalaman di Densus 88, tiga orang terduga teroris sudah memenuhi syarat formil dan materil untuk dilanjutkan ke tingkat penahanan. ?”H, HAR dan AH sudah bisa ditahan dengan status tersangka,” ujar Kombes Martinus, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, (28/7/2016).

Sedangkan tiga terduga teroris lainnya lanjut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini belum memenuhi syarat formil dan materiil untuk dilakukan penahanan. ?”Tiga orang lainnya yakni WI, C dan ZU hanya dijadikan saksi untuk ketiga tersangka. Dalam dalam rangka pembinaan, dikembalikan kepada keluarga,” katanya.

Nurrohman sendiri pernah lolos daru penangkapan pihak kepolisian sekira enam bulan sebelum dia melancarkan bom bunuh diri di Maporesta Surakarta. Nurrohman adalah anggota kelompok Arif Hidayatullah alias Abu Mush’ab yang disebut masih satu jaringan dengan sosok Bahrun Naim yang berada di Suriah. Bahrun Naim sendiri adalah otak dari pelaku teror bom di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin Jakarta Pusat, Januari 2016.
Powered by Blogger.