3 Ritual Adat Paling Keji, Perbolehkan "Gituan"

Ritual Adat Paling Keji
ilustrasi

DETIK-BERITA.NET - Di India kasus pemerkosaan sering sekali terjadi, bahkan sampai korban meregang nyawa. Insiden tragis ini tentu membuka mata dunia bahwa pemerkosaan harus segera diberantas.

Berbagai negara di dunia memiliki hukum tersendiri untuk membuat para pelaku pemerkosaan jera. Semisal di Indonesia, pelaku pemerkosaan dijebloskan ke penjara, bahkan untuk pemerkosa anak di bawah umur sedang didiskusikan untuk dikebiri atau tidak.

Meski banyak hukum yang membuat jera, namun pemerkosaan terus terjadi di berbagai belahan dunia. Usut punya usut, kasus pemerkosaan dijadikan pembenaran dalam ritual adat yang dipercayai.

BACA JUGA :

Sebagian ritual adat tersebut mengatakan hubungan badan ilegal yang tidak didasari suka sama suka dilakukan untuk pembersihan diri. Ada lagi yang mengatakan sebagai pemusnahan setan di dalam tubuh sang wanita.

Dikutip dari laman Merdeka.com, inilah ritual adat yang membenarkan pemerkosaan sebagai bagian dari kepercayaan mereka. Beritanya terangkum di sini:

1.Ritual kaum Samburu, Kenya
Suku Samburu di Kenya merupakan salah satu suku yang membenarkan pemerkosaan sebagai ritual adat mereka. Suku ini membiarkan hubungan seks satu keluarga.

Kalung yang diberikan dalam kaum ini sangat ditakuti para gadis remaja di kaum tersebut. Pasalnya, kalung berarti mereka sudah boleh diperkosa sesuka hati oleh laki-laki yang ada di kaum tersebut.

Dalam ritual itu, ada cara untuk dapat memerkosa gadis remaja yang para lelaki inginkan. Keluarga kerabat dekat, yang akan memerkosa si gadis, mendekati orangtua anak tersebut dan memberikan kalung merah Samburu untuk dikalungkan di leher si gadis.

Akibatnya, banyak gadis yang hamil di bawah umur.

Ada kepercayaan juga, para gadis yang sudah cukup umur untuk menikah boleh keluar dari suku Samburu. Namun, para gadis yang memiliki anak akibat ritual 'kalung' tersebut, tidak diperbolehkan menikahi pria dari luar suku.

2. Ritual kepercayaan kaum Devipujak
Kaum Devipujak merupakan salah satu kasta kuat dan memiliki sistem yang religius. Namun, mereka membiarkan perselingkuhan dan pemerkosaan terjadi di sana. Meskipun membenarkan para perempuan ini diperkosa, mereka memiliki ritual penyucian diri setelahnya.

Sang gadis yang diperkosa akan disucikan dengan praktik ilmu hitam. Kaum ini percaya pada kekuatan supranatural yang dilakukan oleh seorang tetua.

Sang gadis hanya akan disucikan apabila dia benar-benar diperkosa. Untuk mengetahui kebenaran ini, tetua akan menyuruh si gadis untuk mengambil biji barley dari tasnya dan memintanya mengatakan jumlah biji yang diambilnya genap atau ganjil.

Jika jawabannya ternyata salah, sang gadis tidak akan disucikan karena dianggap bohong dan melakukan perbuatan suka sama suka.

3. Pria disewa untuk menyucikan gadis akil balik di Malawi
Baru-baru ini geger kasus pemerkosaan yang dilegalkan di Malawi. Disebut-sebut kasus ini merupakan bagian dari ritual kepercayaan warga negara tersebut.

Seorang pria yang ditangkap mengaku melakukan aksi keji itu karena disewa oleh keluarga sang gadis. Di selatan Malawi, konon katanya percaya kalau perempuan baru mengalami pubertas harus disucikan oleh orang dewasa.

Caranya dengan diperkosa oleh pria yang disewa oleh orangtuanya dan sesepuh desa.

"Saya berhubungan seks dengan gadis-gadis muda setelah mereka mencapai pubertas. Ini bagian dari ritual," ucap pelaku yang diketahui bernama Eric Aniva.

Inspektur Kepolisian Umum Malawi Lexten Kachama menyebutkan, Aniva ditangkap dan didakwa dengan beberapa kasus kejahatan yang kotor. Dia juga mengungkapkan dugaan sebagian besar orang melakukan hubungan seks dengan anak-anak di bawah umur, berkedok ritual tradisional.
Powered by Blogger.
SPONSORED VIDEO close button minimize button maximize button